Kekasih
Beda Agama
Pelik dan klasik pacaran beda
agama itu, tidak di restui keluarga sudah jelas...Tapi, hal itu yang justru
anda hadapi saat ini. Beberapa orang menghibur, “ Kan perbedaan agama itu
indah? Malah sekalian belajar toleransi.” Oke..tapi masalahnya demokrasi
dan tpleransi itu membutuhkan kestabilan, termasuk kematangan mental anda.
Pertanyaannya, sejauh mana kedewasaan anda untuk menerima perbedaan, apalagi
untuk hal yang prinsipil seperti ini?
Coba bayangkan, ketika anda
merayakan Lebaran –katakanlah anda seorang muslim-, pagi-pagi anda sudah
menyiapkan diri untuk pergi Salad Id di masjid, seorang diri, karena suami
tidak ikut. Di lain pihak, katakanlah suami merayakan Natal di gereja, anda
juga hanya menunggu di rumah atau pergi kemana buat menyibukan diri.
Mungkin awalnya tidak masalahn
namun ketika sudah mempunyai anak atau hal yang berlangsung bertahun-tahun,
saya yakin ada semacam kekosongan kronis yang melanda. Itulah salah satu manifestasi puncak spiritual,
kebahagiaan yang di rasakan ketika sekeluarga bersama-sama merayakan hari raya
keagamaan dalam kekhusyukan yang hakiki. Belum lagi kalau anda menemui
kesulitan dalam kehidupan.
Mungkin memang ada beberapa orang yang oke-oke saja saat
menjalani kehidupan dalam berkeluarga yang berbeda agama. Tapi pertanyaan,
berapa persentasenya?saya yakin tidak banyak, kecuali anda menganut paham
sekuler murni bahwa agama adalah urusan pribadi dengan Yang di Atas. Atau, anda
berdua adalah golongan yang tidak terlalu kuat dalam menjalankan keagamaan. Biasanya
konflik yang muncul tidak begitu bearti.
Namun, akan menjadi masalah besar
bila salah satu atau bahkan keduanya termasuk pemeluk agama yang taat.
Perbedaan agama akan menjadi monster yang siap menghadang perjalan kisah cinta
sepasang sejoli atau bahkan perjalan cinta yang sudah di ambang perkawinan,
biasanya mereka takut dan ragu sama bayangan ke depan yang hendak mereka jalani
hidup bersama. Ada lagi konsekuensi kegiatan ritual tertentu,
kebiasaan-kebiasaan, larangan, apa yang diperbolehkan dan tidak. Bila masing-masing
kuat memegang ajaran, maka akan muncul masalah atau konflik.
Ada baiknya anda memikirkan
kembali perbedaan, atau sebaliknya anda menganut agama pasangan anda? Tentu anda
sudah tahu resiko yang kan anda tanggung jika memilih pasangan yang berbeda
keyakinan.. ingat, keputusan dan masa depan ada pada anda sendiri. (*)
